Selasa, 14 Mei 2019

Usus Buntu Pada Anak, Ini Penyebab hingga Penanganannya

Tak hanya menyerang orang dewasa, usus buntu rentan terjadi pada anak-anak. Pengetahuan tentang gejala yang timbul sebab radang usus buntu butuh diketahui oleh orang tua, supaya bisa diberbagi penanganan yang cocok. Yuk Sobat Sehat, cari tahu penyebab, gejala sampai penanganan yang cocok saat anak terserang usus buntu disini!

Usus Buntu Pada Anak, Ini Penyebab hingga Penanganannya

Apa Penyebab Usus Buntu pada Anak?
Usus buntu adalah tahap usus yang menempel pada usus besar. Mempunyai panjang kurang lebih 5-10 centimeter dengan tahap ujung yang tertutup, ini sebabnya usus tersebut dinamakan usus buntu.

Pembengkakan yang terjadi pada usus buntu disebut radang usus buntu alias Appendicitis. Penyakit ini biasanya dikarenakan sebab infeksi perut yang telah menyebar ke usus buntu alias adanya penyumbatan yang telah memblokir usus buntu.

Selain itu, apendisitis bisa terjadi sebab adanya penyumbatan dampak mengerasnya tinja alias pembengkakan kelenjar getah bening yang terletak di usus.

Gejala Apa saja yang Terjadi Apabila Anak Terserang Usus Buntu?
1. Rasa sakit perut
Rasa nyeri yang terasa dibagian kanan bawah adalah gejala yang paling tak jarang dirasakan. Nyeri ini timbul dampak dari usus buntu yang tersumbat oleh jaringan limfoid alias feses yang mengeras. Sumbatan tersebut dijadikan tempat untuk bakteri berkembang biak kemudian memunculkan infeksi.

Rasa sakit umumnya bakal terus parah dan bergerak ke segi kanan bawah perut, segi kanan atas, pinggul sampai punggung. Kemudian rasa nyeri bakal bergerak ke tempat usus buntu berada. Apabila area tersebut ditekan alias ketika anak sedang berlangsung kaki dan batuk, rasa nyeri bakal terasa terus hebat.

2. Demam
Demam adalah reaksi alamiah tubuh saat diserang oleh infeksi dan peradangan, tergolong dampak apendisitis. Umumnya demam yang timbul dampak radang usus tak terlalu tinggi. Tetapi tak jarangkali disertai dengan menggigil, kedinginan sampai berkeringat sebagai upaya untuk menurunkan suhunya sendiri.

3. Kehilangan nafsu makan dan mual muntah
Peradangan dan infeksi yang terjadi pada usus buntu menyebabkan anak menjadi tak nafsu makan. Sensasi mual kemudian muntah adalah refleks bawah sadar tubuh untuk menghindari konsumsi makanan apapun. Faktor ini terus memperparah kondisi tubuh. Sedangkan sebetulnya muntah itu sendiri adalah refleks otomatis tubuh untuk mengosongkan isi perut dengan cara paksa supaya sumbatan bisa dikeluarkan.

4. Diare
Diare juga adalah salah satu gejala dari infeksi usus buntu pada anak. Gejala ini timbul biasanya bila peradangan terjadi di dekat rongga panggul, jadi rektum teriritasi.

Diare yang dikarenakan sebab usus buntu mempunyai volume yang lebih sedikit dari diare pada umumnya. Fesesnya tampak cenderung lembek (tidak sangatlah cair) dengan frekuensi BAB yang lebih tak jarang. Tetapi pada berbagai anak justru mengalami sulit BAB dan kentut saat peradangan usus buntu terjadi.

5. Sakit saat buang air kecil
Sebagian anak kecil mengeluhkan nyeri ketika buang air kecil saat mengalami infeksi usus buntu. Tetapi tak jarangkali gejala yang satu ini dikaitkan dengan Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Gejala ini bisa timbul apabila lokasi peradangan berada dekat dengan kandung kemih. Usus buntu yang meradang bisa mengiritasi kandung kemih jadi memunculkan gejala semacam anyang-anyangan, kencing berdarah, alias kencing putih semacam susu. Bahkan berbagai anak bakal mengalami sulit kencing sebab nyeri.

Bagaimana menanggulangi gejala usus buntu pada anak?
Apabila pemakaian obat-obatan tak sukses alias radang telah dalam tingkatan yang parah. Jalan satu-satunya untuk menanggulangi usus buntu pada anak adalah dengan operasi. Dengan jalan ini, dokter bakal membuang usus buntu yang meradang dan terinfeksi sebelum menyebar ke organ perut lainnya.

Operasi ini dikenal dengan istilah apendektomi. Ada dua tutorial yang bisa dipakai yakni Operasi terbuka dan Operasi laparoskopi.

Operasi terbuka
Prosedur ini diawali dengan membikin sayatan di segi kanan bawah perut dengan anastesi umum alias bius total. Seusai itu, usus buntu yang meradang bakal dipotong lalu diangkat. Apabila usus buntu pecah, maka dokter bakal memasang drain (Penrose drain) untuk menguras nanah alias cairan dari rongga perut.

Operasi laparoskopi
Operasi laparoskopi lebih sederhana dibandingkan dengan operasi terbuka. Sebab operasi ini hanya membutuhkan sayatan kecil di perut untuk memasukkan alat (laparoskop). Alat ini berupa tabung kecil yang mempunyai kamera dan lampu dibagian ujungnya dan tersambung dengan layar monitor. Dengan alat inilah dokter bakal membawa usus buntu yang meradang tanpa wajib membikin sayatan yang lebih besar. Tetapi operasi ini tak bisa diperbuat apabila usus buntu anak telah pecah dan menginfeksi organ perut lainnya.

Sebelum prosedur operasi diperbuat, biasanya anak bakal di opname 1 hari dengan pemberian obat antibiotik melewati infus alias cairan intravena. Antibiotik ini diperlukan untuk mencegah infeksi sebelum dan setelah operasi usus buntu. Tidak hanya itu, cairan infus bakal diberbagi dengan maksud untuk mencegah terjadinya dehidrasi dampak gejala usus buntu semacam diare dan muntah.

Sobat Sehat, itu tadi berbagai penyebab, gejala, dan penanganan usus buntu pada anak. Usus buntu pada anak wajib ditangani dengan segera untuk menghindari pecahnya usus buntu yang bisa menginfeksi organ perut lainnya.
Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates