Minggu, 09 Februari 2020

Sistem Pelumas Mesin

Baiklah, hari ini saya bakal share sedikit mengenai sistem pelumasan pada mesin. Pelumas yang di gunakan  tidak sama-beda pada setiap kendaraan, biasanya pada kendaraan tertentu meharuskan memakai oli alias pelumas tertentu yang sesuai dengan tipe mesin itu sendiri.

Sistem Pelumas Mesin

Sistem pelumasan sangat penting dalam suatu  kendaraan. Bayangkan jika pada mesin tidak ada pelumas yang melindungi dan menolong menyerap panas pada mesiin, pasti mesin bakal cept aus dan rusak pastinya. Oleh sebab itu saya membikin postingan ini supaya bisa berguna untuk kami semua pastinya.


  • Melumasi
  • Mendinginkan
  • Membersihkan
  • Menyalurkan tenaga
  • Perapat
  • Manfaat Pelumasan pada Mesin
  • Mengurangi gesekan, mencegah keausan dan kemacetan
  • menghambat kenaikan temperatur mesin
  • menjaga kerapatan dan kekedapan udara
  • Mencegah karat
  • Pembersih daari kotoran-kotoran sisa dari pembakaran mesin
  • Meredam guncangan


Jenis pelumas
1.Minyak Pelumas
Oli mesin
Gear oil(oli transmisi)
ATF(Automatic Transmision Fluid) alias oli untuk transmisi Matic

2. Grease
Autiomatic chasis grease
Automatic bearing grease
Multy purpose grease
Water Pump grease

Manfaat engine oil(oli mesin)
Mengurangi keausan pada parts
Memnyerap panas yangf di timbulkan oleh bearing
Menahan combustion gas yang mungkin melewati clearence antara piston ring dan sylinder
membersihkan carbon pada mesin
mencegah karat/korosi pada mesin yang mungkin terjadi sebab asam sulfur yang di hasilkan gas an air dari pembakaran
Cara  Memilih Oli Mesin
Pilih oli mesin sesuai dengan angkakekentalan SAE yang sesuai dengan temperatur udara luar
Gunakan oli mesin dengan mempertimbangkan pengelompokan API Seervice
API Service di kelompokan berdasarkan tipe kendaraan
Lihat pengelompokan API yang sudah di tentukan dalam owners manual

API Service (American Petroleum Institute)
Sistem klasifikasi ini adalah tutorial untuk membedakan pelumas menurut nilai kerjanya dan kaitannya dengan tipe tugas yang dimaksud. Klasifikasi API Service ini dibagi 2 yaitu direkomendasikan untuk pelumas otomotif dalam faktor ini mesin bensin yang pengapiannya memakai busi disebut seri “S” alias Spark Ignition dan untuk mesin diesel disebut seri “C” alias Compression Ignition.

SAE (Society of Automotive Engineers, Inc.)
SAE adalah kode tingkat kekentalan oli dengan standarisasi internasional. Contoh : SAE 10w-40 angka menandakan tingkat kekentalan oli tersebut. Makin besar angkanya berarti terus kental olinya.

H = untuk Gasoline Engine Maintenance Service 1994
Pertama klasifikasi ini direkomendasikan untuk mesin kendaraan bensin yang dibangun tahun 1994 ( yang dimaksud disini adalah tahun teknologi mesin ) Pelumas dalam kategori ini melebihi persyaratan kinerja dari API Service SG jadi bisa dipakai pada mesin yang direkomendasikan pabrikan untuk memakai pelumas API Service SG ataupun kategori dibawahnya.

SJ = untuk Gasoline Engine Maintenance Service 1996
Direkomendasikan dengan tugas khusus untuk mesin kendaraan bensin yang memakai teknologi mesin tahun 1996. Pada kenyataan nya hingga sekarang tetap tidak sedikit kendaraan yang diproduksi hingga tahun 2006 tetap memakai teknologi mesin tahun 1996. Oleh sebab itu tetap tidak jarang kami jumpai pabrikan kendaraan keluaran tahun 2006 tetap merekomendasikan pelumas yang memenuhi persyaratan API Service SJ. Pelumas dalam kategori ini melebihi persyaratan kinerja dari API Service SH jadi bisa dipakai pada mesin yang direkomendasikan pabrikan untuk memakai pelumas API Service SH ataupun kategori dibawahnya.

SL = untuk Gasoline Engine Maintenance Service 2001
Direkomendasikan dengan tugas khusus untuk mesin kendaraan bensin yang memakai teknologi mesin tahun 2001. Pelumas yang memenuhi persyaratan API Service SL bisa dipergunakan dimana API Service SL dan kategori di bawahnya direkomendasikan oleh pabrikan mesin.

SM = Ditampilan untuk semua mesin otomotif yang dipakai sekarang ini jadi bisa dipakai pada mesin yang menpersyaratkan pelumas dengan kategori di bawahnya ( SL / SJ / SH ).

* CF = untuk mesin diesel injeksi tidak langsung . Untuk selanjutnya dibagi lagi menjadi CF-2 dan CF-4. API Service CF-2 adalah klasifikasi untuk mesin diesel 2 langkah sedangkan API Service CF-4 untuk mesin diesel 4 langkah tugas berat.
* CG-4 = adalah pelumas yang direkomendasikan untuk dipakai pada mesin diesel 4 langkah tugas berat dengan kecepatan tinggi . Pelumas dengan kategori ini bisa juga dipakai pada mesin yang mensyaratkan API Service CF-4.
* CH-4 = adalah pelumas yang direkomendasikan untuk mesin 4 langkah dengan kecepatan tinggi yang ditampilan untuk memenuhi standar emisi kendaraan yang dianjurkan. Pelumas dengan kategori ini bisa dipakai juga menggantikan tugas pelumas dengan API Service CF-4 alias CG-4.
* CI-4 = direkomendasikan untuk dipakai pada mesin diesel tugas berat. Specifikasi yang diberbagi mengfotokan bahwa pelumas tersebut bisa dipakai pada mesin diesel putaran cepat dan memenuhi standar emisi gas buang yang ditetapkan pada tahun 2004. Pelumas CI-4 mempunyai tingkat kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan kategori di bawahnya semacam CH-4, CG-4 dan CF-4.

API SERVICE UNTUK MESIN BENSIN 2 LANGKAH
Butuh diketahui mesin 2 langkah mempunyai sistem pelumasan yang tidak sama dengan mesin 4 langkah dikarenakan pelumasan silindernya berasal dari pelumas yang dicampur dengan bensin jadi membutuhkan pelumas yang seluruhnya harus terbakar dan bisa melumasi silinder mesin dengan baik. Pelumas mesin 2 langkah diformulasikan sedemikian rupa jadi bisa mencegah terjadinya pembentukan deposit alias kotoran di dalam silinder dalam proses pembakaran pada silinder. Pada dasarnya tersedia 4 tingkatan untuk klasifikasi API Service pada mesin 2 langkah yaitu TA, TB, TC dan TD. Tetapi perkembangan terbaru hanya satu yang tetap dipakai dan dianjurkan oleh pabrikan yaitu API Service TC supaya bisa menanggulangi problem macetnya ring dan lecetnya silinder.
Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates